Kutipan dan kata kata motivasi
yang inspiratif dari sosok Bob sadino seorang yang sesungguhnya muncul dari
keluarga Kaya dan mencoba merintis usaha nya dari nol lagi karena suatu keadaan
. dalam menjalani hidup yang penuh perjuangan hingga beliau sukses dalam dunia
ekonomi menyisakan banyak sekali kata kata bijak Bob sadino yang patut dan
mengena apabila dicermati dalam memulai suatu usaha maupun mencari jalan keluar
dalan satu masalah usaha .
Beliau sendiri juga sosok yang
taat beragama dengan satu saat istimewa dalam hidupnya dinyatakan adalah saat
saat Sholat berjamaah dengan anak istrinya , beliau juga sudah menjalankan
ibadah Haji yang enjadi rukun Islam yang pungkasan , maka semoga sempurna amal
ibadahnya yang telah beliau usahakan di dunia , juga ilmu ilmu dalam berusaha
semoga menjadi inspirasi orang banyak .
Bukan hal yang aneh bila
pengusaha besar yang sudah sepuh dan menyerahkan sebagian besar urusan bisnis
ke staf yang dipercaya akan datang ke tempat ia mulai menjalankan bisnis.
Biasanya, bahkan di gedung itu, masih disediakan ruangan kantor yang lengkap di
sana. Bob Sadino pun bukan kekecualian.
Tapi, berbeda dengan para bos
lain yang juga sukses, Bob Sadino tidak betah hanya datang ke kantor dan
sesekali ikut rapat. Ia tidak cuma datang ke kebun Kemfarm, supermarket
Kemchick, atau pabrik
pengolahan makanan Kemfood untuk menengok.
Di pabrik makanan, ia ikut turun membuat sosis.
Di kebun, ia ikut memanen atau membersihkan tanaman. Di toko, ia ikut membenahi
penataan produk atau melayani pelanggan.
Berikut kumpulan kata kata Bob
sadino
Melupakan Tuhan – Kebanyakan
orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur
tangan “TUHAN”. Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong
sesama sebagai ibadah horizontal.
Terlalu Banyak Ide – Orang
“pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak
satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya
satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya.
Miskin keberanian untuk memulai –
Orang “bodoh” biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena
orang “bodoh” sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia
nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar” telalu banyak pertimbangan.
Telalu Pandai Menganalisis –
Sebagian besar orang “pintar” sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide
bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai
break event point. Orang “bodoh” tidak pandai menganalisis, sehingga lebih
cepat memulai usaha.
Ingin Cepat Sukses – Orang
“Pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk
mendapatkan hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang “bodoh” merasa dia harus
melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.
Tidak Berani Mimpi Besar – Orang
“Pintar” berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa dicapai.
Orang “bodoh” tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu,
sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.
Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi –
Orang “Pintar” menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu.
Orang “Bodoh” berpikir, dia pun bisa berbisnis.
Berpikir Negatif Sebelum Memulai
– Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif
tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat
banyak. Sedangkan orang “bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus
segera berbisnis.
Maunya Dikerjakan Sendiri – Orang
“Pintar” berpikir “aku pasti bisa mengerjakan semuanya”, sedangkan orang
“bodoh” menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu
orang lain.
Miskin Pengetahuan Pemasaran dan
Penjualan – Orang “Pintar” menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi
seringkali melupakan penjualan. Orang “bodoh” berpikir simple, “yang penting
produknya terjual”.
Tidak Fokus – Orang “Pintar”
sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih
mengasyikkan. Sementara orang “bodoh” tidak punya kegiatan lain kecuali fokus
pada bisnisnya.
Tidak Peduli Konsumen – Orang
“Pintar” sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah OKE
berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang “bodoh” ? Dia
tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.
Abaikan Kualitas – Orang “bodoh”
kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal
diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas itu keliru. Sedangkan orang “pintar”
sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu, makanya tidak menerima kritik tentang
kualitasnya.
Tidak Tuntas – Orang “Pintar”
dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak
kemampuan dan peluang. Orang “bodoh” mau tidak mau harus menuntaskan satu
bisnisnya saja.
Tidak Tahu Pioritas – Orang
“Pintar” sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam
waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang “Bodoh”? Yang paling
mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas.
Kurang Kerja Keras dan Kerja
Cerdas – Banyak orang “Bodoh” yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras
plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Di lain sisi
kebanyakan orang “Pintar” malas untuk berkerja keras dan sok cerdas
Mencampuradukan Keuangan –
Seorang “pintar” sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan
mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.
Mudah Menyerah – Orang “Pintar”
merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang
lain, ketika menghadapi hambatan. Orang “Bodoh” seringkali tidak punya pilihan
kecuali mengalahkan hambatan tersebut.
Melupakan Keluarga – Jadikanlah
keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan
bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga.
Berperilaku Buruk – Setelah
menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai
seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu
berdiri diatas kakinya sendiri.
Ilmu Tidak Terbatas – Ilmu memang
berserakan dimana-mana diseluruh muka bumi ini, jauh lebih banyak dibanding
yang ada dalam gedung sekolah atau kampus. Bahkan seekor ayam pun bisa
memberikan ilmu [dan inspirasi] yang sangat berharga
Memperkerjakan Bukan Melamar
Pekerjaan – Orang bodoh sulit mendapat pekerjaan sehingga dia terpaksa buka
usaha sendiri. Dalam perjalanan bisnisnya agar semakin sukses dia harus
merekrut orang pintar. Alhasil orang bodoh tadi jadi bosnya orang-orang pintar.
Secepatnya beraksi, tanpa perlu
sertifikasi – Orang pintar belajar keras untuk mendapatkan ijazah dan secepat
mungkin melamar pekerjaan. Orang bodoh berjuang keras secepatnya mendapatkan
uang, agar bisa membayar pelamar kerja.
Jangan Pikirkan, Tapi Lakukan –
Anda berpikir seribu mil, wah pasti terasa jauh. Sedangkan saya tidak pernah
berpikir karena hanya melakukan selangkah saja. Ngapain pakai mikir kan hanya
selangkah.
Kunci Sukses – Ketika ditanya,
apa kunci sukses Anda agar orang-orang bisa belajar dari Anda.
Orang-orang tanya kunci sukses?
Memangnya sukses hanya sebuah kunci? Sesederhana itu?
Saya tidak bisa menceritakan
apa-apa karena saya tidak mau mereka menjadi saya. Mereka tidak tahu kepahitan
yang harus saya telan. Kalo saya beri nasihat ke mereka, masa saya bilang
“telanlah kepahitan itu !”
Saya tidak mau karena saya tidak
mau merendahkan mereka. Ketika Anda meniru jejak saya, Anda tak lebih dari
mesin fotokopi. Saya tidak mau Anda jadi fotokopi saya. Jadilah diri sendiri.
Hina sekali Anda jadi fotokopinya
Bob Sadino. Kalau ada orang yang bertanya pada saya, saya bilang “Ya jalankan
saja. Alami saja pengalaman yang Anda alami. Saya tidak mau dia mengalami
pengalaman yang saya alami karena bukannya tidak mungkin pengalaman saya selama
ini hanya pengalaman pahit.
Masa saya hanya membagi
pengalaman pahit?
Bagi saya, apapun bisa jadi
peluang. Orang seperti saya melihat peluang tidak ada batasnya.
Batasnya langit, tidak ada
batasnya. Tergantung Anda, semua jadi peluang. Jadi mungkin bisa sejuta peluang
atau semilyar peluang.
Batasnya langit, itulah peluang
bagi saya.
Realisasikan ide secara maksimal
Sebenarnya, setiap orang itu
memiliki potensi dan impiannya masing-masing. Hanya saha yang menjadi kendala
adalah impian-impiannya itu tidak pernah dicoba untuk direalisasikan. Ada
pepatah bijak mengatakan, “Ide-ide kecil yang terlaksana lebih baik dari
ide-ide besar tapi belum diungkapkan.”
Harus berani memulai
Sebagian orang mungkin merasa
bahwa bisnis itu adalah dunia yang bebas, tidak menentu pendapatannya sehingga
takut untuk terjun ke dalamnya. Ini yang menjadi penghambat seseorang untuk
bisa memulai bisnisnya.
Jangan terlalu banyak analisis
Sebagian orang mungkin merasa
bahwa jika mencoba berbisnis mereka tidak akan mendapat pendapatan yang pasti
seperti orang-oang kantoran atau takut rugi jika bisnisnya gagal. Justru inilah
yang menghambat, kuncinya adalah JUST DO IT! Urusan hasil tergantung dari kerja
keras dan usaha kita.
Jangan ingin serba instan
Fenomena masyarakat kita yang
memiliki antusiasme besar terhadap acara seperti Indonesia Idol atau reality
show yang berbau pencarian bakat menunjukkan bahwa masih banyaknya orang-orang
yang ingin mencapai kesuksesan secara instan. Padahal sesuatu yang didapatkan
dengan mudah akan menghilang dengan cara yang mudah juga dan tentu ini tidak
akan membentuk karakter manusia yang tangguh.
Bermimpi besar
Kita lihat dari film Sang Pemimpi
bahwa kekuatan mimpi itu bisa menjadi pembakar semangat kita untuk meraih
cita-cita. Ketiga sahabat itu memiliki mimpi besar untuk bisa melanjutkan studi
hingga ke luar negeri dan akhirnya tercapai. Bill Gates, diawal karirnya pernah
bermimpi bahwa setiap rumah akan memiliki komputer dan kini terbukti
Jangan terpaku pada pendidikan
Tidak jarang fenomena masyarakat
kita yang bisa menjadi sukses tanpa melihat latar belakang penddikannya. Lihat
saja Sujiwo tejo, dengan latar belakang pendidikan matematika kini ia malah
menjadi seniman. Tidak selamanya latar belakang pendidikan menentukan karir
kita ke depan, terkecuali untuk karir di bidang pendidikan.
Berpikir Positif
Thomas Alfa Edison melakukan 999
kali percobaan tetapi masih gagal. Beliau berkata, “Akuberhasil menemukan 999
cara yang gagal dalam pembuatan lampu.” Ini menunjukkan kekuatan berpikir
postif akan memudahkan langkah kita.
Bekerja sama
Manusia adalah makhluk sosial
sehingga tidak bisa bekerja sendirian. Manusia saling membutuhkan, bohong besar
jika ada orang yang meng-klaim dirinya sukses atas usahanya sendiri, pasti di
dalam kesuksesannya terdapat orang-orang yang membantu dia, baik secara
langsung maupun tidak langsung.
Tahu tentang kewirausahaan
Kita ingin “berperang” tetapi
tidak mengetahui siapa musuh kita, itu merupakan kesalahan besar. Jika kita
ingin memasarkan produk kita, tentu kita harus tahu pasar. Jangan sampai
setelah terjun ke lapangan kita mengalami kelabakan karena tidak hapal medan.
Fokus
Mungkin karena sifat ingin
terburu-buru ingin kaya, kita mengambil spesialisasi bisnis terlalu banyak
sehingga hasilnya pun tidak maksimal karena tidak bisa dijalani secara fokus.
Akibatnya konsentrasi terpecah, masih mending jika usahanya sukses, tetapi
bagaimana jika keduanya gagal?
Peduli konsumen
Pembeli adalah raja. Bob sadino
ini adalah orang yang selalu memerhatikan konsumennya. Caci maki dari seorang
pembantu rumah tangga ia jadikan masukan bagi manajemen pemasarannya. Ia
menjadikan keluahan konsumen sebagai masukan dan langkah perbaikan ke depannya.
Utamakan kualitas
Beliau sangat memerhatikan
kualitas barang yang akan dijual. Beliau tidak ingin mengecewakan konsumen
dengan barang yang rusak atau cacat.
Kerjakan semua dengan tuntas
Tidak bekerja setengah-setengah,
apabila telah memulai suatu usaha maka kerjakanlah dengan serius. Jangan sampai
berhenti di tengah jalan karena akan menyia-nyiakan harta, tenaga, waktu yang
telah kita kerahkan untuk memulai bisnis.
Pandai menempatkan prioritas
Urutan kerja diurut berdasarkan
prioritas sehingga tidak ada pekerjaan menumpuk di akhir-akhir.
Kerja keras dan kerja cerdas
Banyak orang yang merasa telah
bekerja keras namun tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Misal saja mahasiswa
tingkat akhir yang mengejar kelulusan di bulan Juli ini, walaupun ia tergolong
mahasiswa yang memiliki IPK di atas arata-rata, bagaimana jika ia lupa
memperhitungkan jumlah SKS nya? Mungkin saja ia tidak jadi lulus Juli karena
kurang 1 SKS saja. Ia lupa bekerja cerdas, lupa strategi.
Tidak mencampuradukkan uang
pribadi dan perusahaan
Hal ini bisa memacu tindakan
korupsi, walaupun dalam jumlah yang kecil. Uang perusahaan bisa saja tercampur
dengan uang pribadi karena terdapat keteledoran dalam hal pencatatan keuangan.
Sebainya rekeningnya dipisah, untuk memudahkan pengaturan keuangan juga.
Jangan menyerah
Kegagalan adalah bumbu kehidupan,
kegagalan membuat kita bisa menjadi manusia tangguh.
Selalu melibatkan Tuhan dalam
setiap aktivitas
Dengan mengingat Tuhan hati
menjadi tenang. Dalam segala aktivitas kita akan bernilai rezeki.
Berperilaku baik
Inilah mata uang yang berlaku
dimana saja. Dengan perilaku yang baik, masyarakat akan menaruh kepercayaan
kepada kita sehingga orang-orang akan percaya akan kredibilitas kita. Kita pun
bisa dengan mudah masuk dalam lingkungan masyarakat.
Harus Mempunyai Kemauan
Kemauan harus dilandasi dengan
tekad yang bulat, dan harus berani dalam mengambil peluang yang ada.
Kata kata Bob Sadino yang erat
dengan kata kata Goblok
“Saya sudah menggoblokkan diri
sendiri terlebih dahulu sebelum menggoblokkan orang lain”
“Banyak orang bilang saya gila,
hingga akhirnya mereka dapat melihat kesuksesan saya karena hasil kegilaan
saya”
“Orang pintar kebanyakan ide dan
akhirnnya tidak ada satu pun yang jadi kenyataan. Orang goblok cuma punya satu
ide dan itu jadi kenyataan”
“Saya bisnis cari rugi, sehingga
jika rugi saya tetap semangat dan jika untung maka bertambahlah syukur saya”
“Sekolah terbaik adalah sekolah
jalanan, yaitu sekolah yang memberikan kebebasan kepada muridnya supaya
kreatif”
“Orang goblok sulit dapat kerja akhirnya
buka usaha sendiri. Saat bisnisnya berkembang, orang goblok mempekerjakan orang
pintar”
“Setiap bertemu dengan orang
baru, saya selalu mengosongkan gelas saya terlebih dahulu”
“Orang pintar mikir ribuan mil,
jadi terasa berat. Saya nggak pernah mikir karena cuma melangkah saja. Ngapain
mikir, kan cuma selangkah”
“Orang goblok itu nggak banyak
mikir, yang penting terus melangkah. Orang pintar kebanyakan mikir, akibatnya
tidak pernah melangkah”
“Orang pintar maunya cepat
berhasil, padahal semua orang tahu itu impossible! Orang goblok cuma punya satu
harapan, yaitu hari ini bisa makan”
“Orang pintar belajar keras untuk melamar
pekerjaan. Orang goblok itu berjuang keras untuk sukses bisa bisa bayar pelamar
kerja”.